Jumat, 11 November 2016

Pahlawan Sejati

Pahlawan Sejati

10 november, 71 tahun silam. Para pahlawan kita telah menggoreskan kebaktian nya dengan menumpahkan secucur air keringat dan setitik darah penghabisan. Kita patut bersyukur kepada mereka, karena mereka telah mengorbankan nyawa nya demi negeri Indonesia yang tercinta. Tidak hal semudah itu, mereka telah juga bertempur perang antara kaum penjajah, seperti Belanda, Jepang, dan negara-negara yang lain nya. Wahai manusia!!! Pikirkan sejenak dan kita perlu bersyukur kepada mereka, karena mereka sudah cukup lama bertempur dengan para penjajah. Kita patut berterima kasih kepad mereka, karena mereka telah memperjuangkan NKRI sampai hari kemerdekaan telah tiba. Mereka tanpa pamrih melawan penjajah selama 3,5 abad dan 3,5 tahun. Bukan sebentar waktunya, melainkan berabad-abad mereka menjajah di Indonesia. Pada awalnya, pasukan sekutu memasang bendera Belanda di Hotel Yamato. Rakyat Indonesia marah, sehingga mereka merobek bendera bagian warna biru. Akhirnya, berkibarlah bendera merah putih. Begitu penyampaian dari bung tomo, detik-detik perayaan hari pahlawan di Surabaya. Beliau melakukan orasi untuk membakar semangat para arek-arek suroboyo untuk melawan kembalinya penjajah. Maka dari itu, 10 november adalah hari pahlawan. Dimana para pemuda dan pemudi Indonesia wajib memahami arti nilai kemerdekaan yang sesungguhnya, semoga para pahlawan ditempatkan yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa. Salam Pahlawan

Sylvi Meidika Zainal

Selasa, 05 Juli 2016

Sang anak yang mencari nafkah untuk orangtuanya

Part 1

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, hari ini hari terakhir melaksanakan ibadah puasa. Tak terasa sudah 30 hari kita menjalankan nya, semoga di lindungi oleh Allah swt. Lebaran telah tiba, semua umat muslim pasti merayakan idul Fitri, baik suka maupun duka bagi yang merayakan nya. Kali ini kita mendapatkan berita  musibah dari saudara kita di Madinah dan Solo. Sesuai dengan tema saya hari ini menceritakan tentang sang anak orang miskin dan kedua orangtuanya yang sakit parah.

Hiduplah seorang anak yang namanya Atikah, beliau  bersekolah ternama di Medan. Usianya baru 13 tahun, kedua orangtuanya tidak mampu mencukupi biaya hidupnya dan sekolahnya. Terpaksa beliau bekerja keras sehabis pulang sekolah. Saya melihat beliau sedang bekerja di rumah Pak RW, dan ternyata  beliau sedang mencuci pakaian serta menyetrika. Kalau sempatkan nya, beliau juga membersihkan rumah Pak RW. Saya tidak sengaja melihat beliau yang sedang menjemur pakaian, beliau menceritakan kepada saya.
Saya: "Mengapa Adik bekerja seperti ini, apakah membantu orang tua atau sebaliknya?"
Atikah: "Saya hanya membantu orangtua saya sambil mencari nafkah"
Saya: "Memangnya adik bekerja sendiri? Dan kemanakah orangtua adik?"
Atikah: (mengeluarkan air mata) "Orangtua saya sedang sakit, ibu saya sakit paru-paru (seperti nya penyakit TBC) dan ayah saya lumpuh berjalan 4 tahun"
Saya: "Astagfirullah, gak tega saya melihat kondisi adik seperti ini, memangnya adik kelas berapa?
Atikah: "Saya naik ke kelas 2 smp"
Saya: "Cita-cita adik jadi apa?"
Atikah: "Saya ingin menjadi guru yang bisa menghargai, menghormati saya. Sebenarnya saya gak sanggup kuliah, karena saya gak punya biaya yang sangat besar"
Saya: (mengeluarkan air mata) "saya gak tega adik seperti ini, jujur.. saya payah mencari pekerjaan, dan malas. Btw, lebaran kali ini apakah senang atau sebaliknya?"
Atikah: "Seperti tahun sebelumnya, saya gak pernah bahagia, karena orangtua saya gak bisa ikut merayakan nya"
Saya: "Masha Allah, yang tabah dan sabar ya dik. Insha Allah, Allah akan mendapatkan amal kita di hari Raya nanti"
Atikah: (sambil berpelukkan) "terima kasih kak, semoga Allah akan membalas amal kakak"
Begitulah susah payah nya mencari kerja, apalagi seorang anak smp. Saya salut sama beliau😊